Berita
PERKUAT LAYANAN KB-KR, DP3AKB PUNCAK JAYA GELAR PELATIHAN SDM UNTUK TEKAN STUNTING
PERKUAT LAYANAN KB-KR, DP3AKB PUNCAK JAYA GELAR PELATIHAN SDM UNTUK TEKAN STUNTING
SIARAN PERS RELEASE
NOMOR PERS RELEASE : 212/PR/DISKOMINFO/XII/2025
Mulia, Kamis (11/12) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Puncak Jaya kembali menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga lapangan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan KB-KR di berbagai wilayah Kabupaten Puncak Jaya.
Pelatihan dibuka oleh Sekretaris DP3AKB, Agustinus Naisaban, S.IP, mewakili Kepala Dinas. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan langkah strategis untuk menekan angka stunting, menurunkan risiko kesehatan reproduksi, serta meningkatkan kualitas keluarga di Puncak Jaya.
“Pelatihan ini adalah momentum penting dalam memperkuat kualitas SDM pelayanan KB-KR. Kualitas suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam, tetapi oleh kualitas manusia yang sehat dan berpendidikan,” ujarnya.
Pemateri pertama, Periben Enumbi, S.T., selaku Kepala Bidang Keluarga Berencana, menyampaikan materi mengenai tata cara pengisian data, pengelolaan formulir, serta pelaporan berbasis aplikasi.
“Peserta perlu memahami proses pengisian data agar tidak bingung ketika kembali bertugas di lapangan,” jelasnya.
Materi ini menjadi sangat penting mengingat pendataan yang akurat merupakan dasar perencanaan program KB-KR pada tahun berikutnya.
Dirinya juga menyinggung bahwa kegiatan ini bersumber dari dana alokasi umum (DAU).
Pemateri berikutnya, Martenci Krey, SKM, selaku Kasie Jaminan Pelayanan KB-KR, memaparkan peran tenaga KB-KR yang mencakup aspek teknis medis, konseling, pembinaan kelompok, pendataan keluarga, hingga pemanfaatan digitalisasi.
“Tenaga lini lapangan adalah ujung tombak pelayanan karena mampu menjangkau masyarakat secara langsung, termasuk ibu hamil, pasangan usia subur, remaja, dan keluarga dengan balita,” ungkapnya.
Selanjutnya, Maria Barekhala, S.KM, menyampaikan materi mengenai pendampingan kepada sasaran serta pengisian formulir layanan KB-KR. Ia menekankan bahwa pendampingan yang tepat dan pengisian data yang benar akan meningkatkan efektivitas program serta memperkuat koordinasi antara tenaga lapangan dan fasilitator.
Perwakilan peserta, Nekina Telenggen, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui DP3AKB atas penyelenggaraan kegiatan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Puncak Jaya melalui Dinas DP3AKB yang telah memberikan materi yang sangat bermanfaat. Terutama materi tentang KB, kami para ibu sangat senang karena ini membantu kami memahami lebih banyak,” tuturnya.
DP3AKB berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan KB-KR melalui penguatan kompetensi teknis dan nonteknis tenaga pelayanan. Kolaborasi yang lebih erat antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat diharapkan mampu mendukung pencapaian program KB-KR di Kabupaten Puncak Jaya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta, narasumber, dan jajaran DP3AKB.