Berita
HUT KE-63 GIDI DI MULIA BERLANGSUNG KHIDMAT: PERKUAT PENGINJILAN, KEMANDIRIAN, DAN KOMITMEN DAMAI DI TANAH PAPUA
HUT KE-63 GIDI DI MULIA BERLANGSUNG KHIDMAT: PERKUAT PENGINJILAN, KEMANDIRIAN, DAN KOMITMEN DAMAI DI TANAH PAPUA
PEMERINTAH KABUPATEN PUNCAK JAYA
Nomor: 010/PR/DISKOMINFO/II/2026
Mulia, Kamis (12/02/2026) — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya menghadiri dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-63 Gereja Injili di Indonesia (GIDI) yang diselenggarakan di Kota Mulia.
Perayaan yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita tersebut dilaksanakan di lapangan terbuka dan dihadiri oleh Bupati Puncak Jaya, Ibu Sekretaris Daerah Yubelina Enumbi, SE., MM., MH., jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, pimpinan dan pengurus Sinode GIDI, Ketua Klasis Mulia, para gembala jemaat, serta ribuan jemaat dari berbagai wilayah pelayanan.
Dalam kesempatan tersebut, Pendeta Jimmy menyampaikan sambutan mewakili Presiden GIDI, Pdt. Usman Kobak, S.Th. Dalam pesannya ditegaskan bahwa pada usia ke-63 tahun, GIDI terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, baik secara kelembagaan maupun dalam pelayanan rohani.
Saat ini GIDI telah berkembang dari Tanah Papua hingga menjangkau berbagai daerah dan bangsa, dengan 8 wilayah definitif dan 1 calon wilayah, lebih dari 100 klasis serta sejumlah calon klasis, serta jumlah jemaat yang telah mencapai lebih dari satu juta orang. GIDI juga tercatat sebagai salah satu denominasi besar di Indonesia.
Presiden GIDI menyampaikan bahwa perayaan ini memiliki tiga makna penting, yaitu:
Mengingatkan generasi muda akan sejarah berdirinya GIDI.
Menunjukkan perkembangan pelayanan GIDI yang telah menjangkau berbagai daerah dan bangsa.
Memberikan pemahaman kepada seluruh jemaat mengenai arah dan visi pelayanan gereja ke depan.
Dalam Rencana Pelayanan Tahun 2025–2026, GIDI telah membentuk tim kerja di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, penerbangan, serta Badan Usaha Milik Gereja. Program tersebut bertujuan memperkuat kemandirian gereja, termasuk rencana pengembangan universitas, rumah sakit, serta sarana pendukung pelayanan lainnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, seluruh jemaat diajak untuk berpartisipasi melalui komitmen persembahan sebesar Rp100.000 per kepala keluarga.
Selain itu, gereja juga mengajak seluruh jemaat untuk terus mendoakan Tanah Papua agar tetap damai dan kondusif, serta mendoakan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan sejahtera.
Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., M.M., dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada para hamba Tuhan dan masyarakat Puncak Jaya atas dinamika politik yang terjadi sebelumnya.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, saya menyampaikan permohonan maaf kepada para hamba Tuhan, Klasis GIDI Mulia, serta seluruh masyarakat Puncak Jaya atas peristiwa yang terjadi,” ujar Bupati.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan damai.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-63 GIDI dan berharap gereja terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang sejahtera, beriman, dan bermartabat.
“Selamat Ulang Tahun ke-63 Gereja Injili di Indonesia. Kiranya GIDI terus menjadi terang dan berkat bagi Papua dan bangsa Indonesia,” tutupnya.
Sebagai simbol rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama 63 tahun perjalanan pelayanan GIDI, dilakukan prosesi pemotongan kue ulang tahun oleh Bupati Puncak Jaya bersama pimpinan gereja dan unsur Forkopimda. Prosesi tersebut berlangsung penuh kebersamaan dan menjadi momentum refleksi atas perjalanan pelayanan GIDI dari masa ke masa.
Pada kesempatan yang sama, turut dilaksanakan pemotongan kue ulang tahun ke-32 sebagai ungkapan syukur atas perjalanan 32 tahun pengabdian dan pembangunan Kabupaten Puncak Jaya. Momen tersebut menjadi simbol sinergi antara gereja dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang beriman, maju, dan sejahtera.
Suasana penuh sukacita dan persaudaraan mewarnai prosesi tersebut, disertai doa dan harapan agar pelayanan gereja serta pembangunan daerah terus diberkati Tuhan Yang Maha Kuasa.
Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan panitia yang disampaikan oleh Sekretaris Klasis Mulia, serta ditutup dengan doa syukur dan makan bersama dalam suasana kebersamaan.
Gereja Injili di Indonesia (GIDI) merupakan salah satu denominasi gereja Protestan yang bertumbuh dari Tanah Papua dan kini telah melayani di berbagai wilayah di Indonesia serta mancanegara. Dengan struktur organisasi yang meliputi wilayah, klasis, dan jemaat lokal, GIDI terus berkomitmen pada pelayanan penginjilan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi umat.
Memasuki usia ke-63 tahun, GIDI semakin memperkuat visi kemandirian gereja dan komitmennya untuk menjadi berkat bagi suku dan bangsa.